1. Pendahuluan
DPRD Kabupaten Tegal periode 2024-2029 resmi memulai masa baktinya pada 28 Agustus 2024 dengan pelantikan 50 anggota terpilih. Lembaga ini memegang mandat krusial dalam menghadapi transisi ekonomi makro pasca-pandemi dan dinamika fiskal nasional. Berdasarkan laporan kinerja, DPRD saat ini fokus pada penyelarasan kebijakan daerah dengan program strategis nasional, termasuk penanganan pengangguran terbuka yang masih berada di angka 7,53% pada 2024.
2. Struktur Organisasi dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD)
2.1 Pimpinan Definitif
| Jabatan | Nama | Fraksi |
|---|---|---|
| Ketua | H. Wasbun Jauhara Khalim, SE | PKB |
| Wakil Ketua I | Sugono (KRT Sugono Adinagoro) | PDI Perjuangan |
| Wakil Ketua II | Rudi Indrayani, SH, MH | Gerindra |
| Wakil Ketua III | Agus Solichin, S.Psi.I | Golkar |
2.2 Pembagian Komisi
Komisi I: Pemerintahan
Ketua: Abu Suud (Gerindra). Fokus: Hukum, Keamanan, dan ASN.
Komisi II: Ekonomi
Ketua: Nursidik (PDI-P). Fokus: Keuangan, Pertanian, dan PAD.
Komisi III: Pembangunan
Ketua: Rustoyo/Umi Azkiyani. Fokus: Infrastruktur dan Jalan.
Komisi IV: Kesra
Ketua: Agus Salim (PKB). Fokus: Kesehatan, Pendidikan, Stunting.
3. Fungsi Legislasi dan Kebijakan Anggaran
Tahun 2026 diproyeksikan sebagai tahun fiskal yang menantang. Dana Transfer Pemerintah Pusat dipotong sebesar Rp360 Miliar, yang menyebabkan penurunan total pendapatan RAPBD 2026 sebesar Rp249 Miliar.
Propemperda Strategis 2025
- Perda BPR Bank Tegal
- Penanganan Perumahan Kumuh
- Pertanggungjawaban APBD 2024
Target Fiskal 2026
- Penaikan PAD: +Rp13 Miliar
- Rasionalisasi Belanja: Rp249 M
- Penggunaan Silpa: Rp120 M
4. Isu Strategis & Aspirasi Lokal
Berdasarkan hasil reses dan dialog terbuka dengan masyarakat (GMTB), terdapat lima pilar utama yang menjadi perhatian dewan:
-
Infrastruktur Kerusakan saluran irigasi di Warureja dan Suradadi, serta perbaikan jalan rusak di Dapil III.
-
Sosial & Kesehatan Target penurunan prevalensi stunting ke angka 12,2% dan penyelesaian masalah sampah.
-
Ekonomi Tingginya pengangguran terbuka (7,53%) dan program pemberdayaan UMKM melalui Koperasi Desa.
-
Lingkungan Mitigasi bencana rob di pesisir utara dan penghijauan 25.000 pohon di Waduk Cacaban.
5. Analisis Komparatif Kekuatan Politik
Transisi dari periode 2019-2024 ke 2024-2029 menunjukkan konsolidasi kekuatan pada partai-partai besar berbasis massa Islam dan Nasionalis.
| Partai | Kursi 2019 | Kursi 2024 | Tren |
|---|---|---|---|
| PKB | 14 | 17 | +3 |
| PDI-P | 12 | 10 | -2 |
| Gerindra | 7 | 8 | +1 |
| Golkar | 6 | 7 | +1 |
| PKS | 2 | 4 | +2 |
6. Metodologi Riset
Laporan ini disusun menggunakan metode desk research yang komprehensif, mengintegrasikan data dari tiga pilar analisis:
- Investigasi Struktural: Pemetaan 50 anggota dewan, fraksi, dan AKD berdasarkan SK resmi DPRD.
- Audit Kebijakan: Analisis dokumen KUA-PPAS 2025-2026, Keputusan Gubernur Jawa Tengah, dan RKPD Kabupaten Tegal.
- Monitoring Isu: Pengumpulan data aspirasi dari kanal digital (Jaring Asmara, LAPOR!) dan laporan media massa terkait dinamika lokal.